15 Cara Optimasi Blog Agar Tampil Lebih Cepat

Posted by admin on Wednesday, October 6, 2010

Teknik SEO Blogspot – Siapa sich yang tidak ingin agar halaman blognya tampil lebih cepat? Pada kenyataannya selain kualitas konten, faktor kecepatan loading page-lah yang besar pengaruhnya bagi kenyamanan pengunjung. Jangan sampai pengunjung sobat kabur, hanya karena blog sobat itu lambat dibuka. Faktor kecepatan koneksi memang juga bisa dikatakan sebagai salah satu penyebab, meskipun kita berpikir bahwa halaman blog kita tampil secepat kilat ketika dibuka di komputer kita sendiri, tapi tidak begitu kan dengan koneksi pengunjung.


1.      Aktifkan Kompresi dengan GZIP
Browser modern biasanya mendukung kompresi untuk HTML, CSS, dan Javascript. Melakukan kompresi pada ketiga file tersebut tentu akan menghemat waktu loading halaman dan secara otomatis tentu akan terjadi pengurangan waktu download. Para Webmaster pintar diluar sana sangat menyarankan kita menggunakan kompresi dengan Gzip. Untuk teknik dan tutorial Gzip silahkan disearch aja ya..sudah banyak sekali yang membahasnya. Jika pembaca menggunakan Platform Blogspot abaikan saja kompresi ini karena secara default blogspot sendiri sudah mendukung teknik tersebut. Untuk pengguna Plaform lain seperti Wordpress silahkan menggunakan Kompresi Gzip ini atau kalau gak mau repot pake Gzip sebaiknya gunakan saja plugin WP Super Cache.

2.      Buang Spasi kosong pada kode HTML
Membuang Spasi kosong termasuk juga dalam teknik kompresi, yaitu dengan memadatkan kode HTML, XML atau PHP dengan cara membuang spasi yang dirasa tidak berguna. Salah satunya  termasuk juga dalam Inline untuk kode Javascript dan CSS. Dengan menghapus ruang kosong tentunya akan menyimpan banyak byte data dan imbasnya akan mempercepat waktu proses download. Untuk membuang Spasi yang tidak perlu saya biasanya menggunakan Tools Editor seperti Notepat++. Caranya sangat mudah, yaitu dengan mem-blok semua kode yang ingin dibuang spasinya kemudian pilih menu TextFX > TextFX Edit dan pilih Delete Blank Lines atau Delete Surplus Blank Lines.

3.      Lakukan Kompresi CSS (Stylesheet)
Teknik kompresi CSS ini sebenarnya cukup sederhana, hampir sama dengan cara diatas yaitu dengan cara membuang spasi yang tidak diperlukan. Memadatkan pengkodean CSS juga bisa menghebat waktu download, Parsing dan waktu eksekusi pada suatu halaman. Untuk mempermudah kita melakukan kompresi pada CSS, silahkan gunakan tools gratis yang sudah banyak disediakan seperti YUI Kompresor dan cssmin.js.

4.      Letakkan CSS (Stylesheet) di atas
Adakalanya kita tidak meletakan CSS di header, biasanya cara tersebut kita gunakan untuk membuat Style tunggal untuk gaya tertentu pada widget. Para webmaster yang ahli biasanya menyarankan kita sebaiknya memanggil semua kode CSS pada halaman HEAD entah itu CSS Internal maupun CSS External semuanya sebaiknya dijadikan satu pemanggilan dalam Header.

5.      Buang CSS (Stylesheet) yang tidak perlu
Ketika browser mengakses halaman, biasanya harus melalui proses download dan menganalisa setiap baris kode dalam CSS (stylesheet) terlebih dahulu, bayangkan jika banyak kode CSS percuma yang harus diproses namun  tidak dieksekusi sama sekali! ini akan sangat mengganggu karena akan menghambat proses rendering yang harusnya lebih cepat!

6.      Periksa Validasi CSS (Stylesheet)
Walaupun sering terjadi kesalahan dalam menulis kode CSS, browser tidak akan menampilkan pesan kesalahan apapun dalam layar, semua eksekusi akan terus dijalankan tanpa adanya laporan error meskipun itu hanya salah dalam satu huruf saja. Sebaiknya jangan abaikan kesalahan ini, silahkan check validasinya. Untuk lebih mudahya silahkan gunakan tools online gratis seperti W3C CSS Validations.

7.      Kombinasi CSS (Stylesheet) dalam file External
Kekurangan CSS Internal hanya satu yaitu terjadinya pembengkakan kapasitas ukuran (size) pada besarnya halaman. Webmaster berpengalaman selalu menyarankan kita sebaiknya melakukan pemanggilan kode CSS melalui akses external, jika memungkinkan lebih bagus lagi melakukan kombinasi semua kode CSS hanya dalam satu file saja.  (untuk pengguna blogger abaikan teknik ini karena akan lebih bagus dengan pemanggilan internal)

8.      Lakukan Kompresi Javascript
Teknik kompresi Javacsript hampir sama dengan CSS yaitu dengan cara membuang spasi yang tidak diperlukan. Memadatkan pengkodean Javacript juga bisa menghebat waktu download, Parsing dan waktu eksekusi pada suatu halaman. Untuk mempermudah kita melakukan kompresi pada javascript silahkan gunakan tools gratis yang sudah banyak disediakan seperti YUI Kompresor, Closure Compiler, dan JSMin.

9.      Buang Javascript yang tidak perlu
Suka tidak suka penggunakan javacript (JS) kadang sangat diperlukan, walaupun JS kadang membuat loading halaman akan semakin berat. Ketika browser mengakses suatu halaman, biasanya harus melalui proses download dan menganalisa kode dalam JS terlebih dahulu, bayangkan jika banyak pemanggilan JS secara percuma yang harus diproses namun tidak dieksekusi sama sekali! Silahkan teliti kembali kode JS yang menurut kita tidak berguna, cek ulang dan jangan sampai parkir terlalu lama, jika tidak digunakan lagi mending hapus saja!

10.      Kombinasi Javascript dalam file External
Hampir sama kasusnya dengan CSS External di atas, Kekurangan javascript Internal hanya satu yaitu terjadinya pembengkakan kapasitas ukuran (size) pada besarnya halaman. Webmaster berpengalaman selalu menyarankan kita sebaiknya melakukan pemanggilan melalui akses external, jika memungkinkan lebih bagus lagi melakukan kombinasi semua koding JS hanya dalam satu file saja.  (untuk pengguna blogger jika memungkinkan sebaiknya panggil melalui file internal saja)

11.      Lakukan Optimasi Gambar
Website dinamis tanpa dihiasi gambar tentu tidak akan menarik, namum penggunaan gambar yang berlebihan akan menjadi masalah ketika browser melakukan download pada halaman. Sebaiknya kurangi gambar yang tidak perlu, terlebih pada gambar yang mempunyai ukuran cukup besar. Jika memang terpaksa menggunakannya, sebaiknya lakukan optimasi pada gambar tersebut dengan cara melakukan kompresi tanpa harus mengurangi kualitas gambar. Saran saya silahkan gunakan Yahoo! Smush.it

12.      Jangan Paksa Skala Gambar dalam HMTL
Hindari menggunakan gambar yang besar hanya karena kita dapat mengatur lebar dan tinggi dalam HMTL. Kita memang bisa mengatur ulang gambar sesuka hati melalui CSS atau dalam tag seperti pada html berikut ini walaupun ukuran gambar sebenarnya adalah 200x200px sebaiknya jangan mengecilkan dengan mengatur ulang skala gambar, akan lebih baik kita membuat gambar 100x100px sesuai dengan ukuran gambar sebenarnya.

13.      Hindari gambar SRC kosong
Pemanggilan tag SRC untuk gambar biasanya ada pada dua kemungkinan, bisa melalui HTML atau memalui Javascript var img = new Image(); img.src = ""; walaupun browser mengabaikan permintaan ini jika gambar dalam keadaan kosong, tetap saja ini melalui proses rendering yang harusnya tidak membebani server. Silahkan periksa kembali blank SRC, jika memang tidak digunakan mending dihapus saja.

14.      Periksa kembali Broken Link
Link yang telah mati bakal tidak disukai pembaca, jangankan pembaca, search engine sekalipun tidak menyukai hal ini. Lakukan pengecekan broken link sesering mungkin, banyak tools di internet yang bisa melakukan tugas ini, salah satunya yang terbaik bisa menggunakan tools dari W3C Checklink.

15.      Buang Widget atau Pulgin yang tidak perlu
Widget yang terlalu banyak hanya membuat halaman blog menjadi semakin berat, apalagi widget tersebut tidak begitu berguna. Silahkan kita pilah-pilah kembali widget yang sekiranya tidak ada manfaat sama sekali seperti memasang jam dan kalender. Tanyakan pada diri kita sendiri apa gunanya memasang jam di blog, jika hanya sebagai penunjuk waktu, lalu apa gunanya jam pada taksbar Windows?

Nah, sekian tips cara optimasi blog agar bisa tampil lebih cepat. Semoga artikel ini bermanfaat buat sobat pemula seperti saya ini. Jika ada pendapat lain, saya akan sangat menantinya! :)

Terima kasih.

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment